INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-8960-57-0000-9

Selamat Datang di website Ehipassiko School

MEMAHAMI ILMU BUDAYA DAN IMPLEMENTASINYA MELALUI FIELDTRIP, ORIENTASI KAMPUS, DAN OUTDOOR LEARNING

Jurnalis : Bayu Murdiyanto, S.S.
Fotografer : Eko Budi Pranyoto, S.Pd. dan Gerald L.

Oleh Bayu Murdiyanto, S.S.

Selasa, 6 November 2018 SMA Ekayana Ehipassiko School BSD menyelenggarakan beberapa program, yaitu Fieldtrip, Orientasi Kampus, dan Outdoor Learning ke beberapa kota di Jawa Tengah sampai Yogyakarta dengan mengusung tema “Culture is The Widening of The Mind and Spirit For Future Bright”.

Hari pertama dan kedua kota yang dituju adalah Kota Purwokerto, tepatnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Para siswa akan mengeksplorasi Kampus Ilmu Budaya dengan konten materi berupa kiat-kiat menyambut jenjang pendidikan tinggi, sistem penerimaan mahasiswa baru, menjelajahi fasilitas pendidikan milik negara, dan memahami lingkungan kampus. Bapak Bambang Lelono, S.S., M. Hum., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya tampak menyambut kedatangan para siswa SMA Ekayana Ehipassiko School BSD dengan ramah. Beliau menyampaikan bahwa pada kunjungan yang kedua kalinya ini diharapkan para siswa dapat jauh lebih termotivasi dalam memilih jurusan, khususnya ilmu budaya sebagai salah satu alternatif pilihan di luar maraknya pilihan jurusan dominan. Ibu Sri Nani, S.S., M.Hum., selaku Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia menghaturkan bahwa lulusan akademis FIB UNSOED juga dapat bersaing di perusahaan-perusahaan besar, bahkan dari Prodi Sastra Jepang mahasiswanya mampu bekerja di Perusahaan Skala Internasional di Jepang. Para siswa tampak antusias mendengarkan para Kepala Program Studi masing-masing jurusan menyampaikan kebolehan akademis mahasiswanya. Beberapa tampak senang dan menanyakan berbagai pertanyaan guna mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan tinggi.

 

Selain mengunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman, para siswa diajak menonton sebuah pertunjukan drama yang diselenggarakan oleh Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Banyumas yang bekerjasama dengan Komunitas KieBae dan Dapoer Phi Institute. Pertunjukan ini merupakan implementasi dari Program Outdoor Learning. Dengan menonton langsung sebuah suguhan teater, siswa diharapkan mampu mengapresiasi hasil produk budaya setempat. Sudah tentu setelah menyimak pertunjukan tersebut, siswa memiliki bekal untuk materi kritik sastra yang disampaikan dalam materi bahasa Indonesia.

 

Hari ketiga para siswa menyambangi Kota Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Di kota ini para siswa menginap di sebuah rumah bernuansa Tionghoa yang memiliki fasilitas ibadah. Para siswa tampak sangat terkagum-kagum dengan keunikan desain rumah tersebut yang kerap dikenal dengan sebutan Oemah Gambiran karena berada di Jalan Gambiran, Parakan. Paginya mereka diberi kesempatan menjajal jajanan yang dijajakan di pasar dekat Oemah Gambiran. Tampak para siswa menyebar dan memilih jajanan baru yang dapat mereka cicipi dengan rasa antusias dan penasaran. Selepas puas memilih jajanan, siswa langsung bergerak menuju ke sebuah klenteng di dekat pasar tersebut. Tampak beberapa siswa menyempatkan diri untuk beribadah di tempat tersebut. Beberapa yang lainnya tampak asyik memotret bagian-bagian menarik dari bangunan klenteng tersebut.

 

Setelah asyik mengeksplorasi Kota Parakan, siangnya para siswa berangkat menuju Kota Yogyakarta, tepatnya Malioboro. Di Malioboro para siswa mampir sejenak di sebuah objek sejarah bernama Benteng Vredeburg. Seharusnya agenda siswa di sana adalah makan siang dan mengeksplorasi area sejarah dari benteng tersebut, tetapi sangat disayangkan hujan kali itu mengguyur Yogyakarta dengan sangat deras sehingga para siswa hanya dapat menyelesaikan makan siang di Benteng Vredeburg. Selepas dari Benteng Vredeburg para siswa dibebaskan untuk mengeksplorasi Malioboro.

 

Menutup akhir perjalanan dari Program Fieldtrip ini beberapa anak menyampaikan kesan-kesannya. Gishella Angeline Prasetya (siswi kelas XI IPA) menuturkan dengan ceria, “Seru banget sih fieldtrip tahun ini, tapi ternyata berasa banget capeknya karena baru kali ini SMA kita mengunjungi 3 kota sekaligus, biasanya kan cuma 1 kota tapi seru deh banyak banget pengalamannya, meskipun harus sakit sebentar, hehehe”. Alvania Artamevia (siswi kelas X IPA) juga menyampaikan “Pengalaman baru buat saya dan sangat bermanfaat bagi kita semua karena selain dapat pemahaman untuk mempersiapkan menyambut perguruan tinggi kita juga bisa menonton pertunjukan teater bernuansa daerah yang jarang ada di Tangerang”.

 

Dengan diadakannnya program-program tersebut di SMA Ekayana Ehipassiko School BSD sangat diharapkan siswa tidak hanya dapat menyerap informasi melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat menerimanya langsung dari narasumber yang tersedia. Selain itu, pendidikan yang dikatakan berhasil adalah pendidikan yang membentuk minat siswa untuk mengimplementasikan hal yang didapatnya di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Berikut Dokumentasi lainnya: