INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-8960-57-0000-9

Selamat Datang di website Ehipassiko School

WE ARE ONE FAMILY. RETRET HIDUP BERKESADARAN

  

                                                                                                                                             Journalist: Ellen Conny

                                                                                                                                             Photographs : EES Team 

 

 

 

Mindfulness atau hidup berkesadaran penuh adalah cara hidup yang saat ini sangat populer diadaptasi dalam kehidupan modern. Cara hidup yang diambil dari ajaran Buddha inilah yang ingin terus ditingkatkan oleh Ekayana Ehipassiko School. Sebagai sekolah mindful pertama di Indonesia, Ekayana Ehipassiko School tentu menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seluruh elemen sekolah yaitu para guru dan siswa berkutat dengan berbagai tugas dan tanggung jawab. Semua orang sangat sibuk, bekerja keras, berpikir terlalu banyak. Dan seringkali situasi dan kondisi bisa begitu menekan.

Retret hidup berkesadaran ini diadakan karena kita membutuhkan penyegaran kembali. Kegiatan ini mengingatkan kita tentang sesuatu yang paling penting yang selalu kita cari dalam hidup, yaitu: cinta kasih, ketenangan, belas kasih, kebijaksanaan, pengertian yang mendalam tentang hidup. Hal-hal tersebut ternyata tidaklah jauh dari pandangan kita, atau berada di semesta yang lain. Melainkan sedang menunggu kita dalam momen sekarang ini.

Selama tiga hari dua malam, Retreat Hidup Berkesadaran diisi oleh berbagai kegiatan mindful seperti: total relaxation, dharma sharing, mindful games, mindful walking, mindful singing, mindful eating, mindful movement, puja bakti, the practice of loving speech and deep listening, mindful movie and review, mindful working.

Dalam mindfulness movie, anak-anak menonton film yang mengisahkan tentang seorang anak yang bekerja sebagai pemetik kelapa. Sang anak telah ditinggal oleh kedua orang tuanya begitu saja. Dia adalah tulang punggung bagi adik-adiknya dan kakeknya. Kisah itu sangat menyentuh para siswa, sehingga banyak dari mereka yang menangis. Mereka belajar tentang bagaimana bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Juga tidak lupa dengan orang-orang di sekeliling mereka yang mungkin membutuhkan bantuan.

Kegiatan lain yang cukup menarik adalah mindfulness game. Setiap anak menuliskan sifat dan emosi mereka pada bola-bola yang sudah disediakan. Sifat dan emosi tersebut kemudian akan dimasukkan ke tiga kategori keranjang, yaitu keranjang dipertahankan, dikelola dan dibuang. Misalnya: rasa marah, ada yang memutuskan untuk membuangnya, ada juga yang memutuskan untuk mengelola dengan alasan mereka masing-masing.

Respon positif pun didapatkan dari para peserta. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk membangun budaya mindfulness dalam setiap elemen di sekolah Ekayana Ehipassiko. Yang pada akhirnya dapat memberikan pengaruh positif terutama dalam hal kesadaran akan melakukan segala tindakan baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Semoga kegiatan ini akan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.