INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-8960-57-0000-9

Written by Administrator
Hits: 307

Jurnalistik : Bayu Murdiyanto, S.S.
Fotografer : Sarjono, S.Pd., Samma Ditthi, S.Dt.B.,  Didit Sukmahulludin, S.Ag

Rabu (18/07/2018) Ehipassiko School BSD tengah melaksanakan program pertama, yaitu MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Program MPLS merupakan turunan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 18 Tahun 2018 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. MPLS tahun ajaran 2018/2019 kali ini diikuti oleh 115 peserta yang terdiri dari siswa baru KB/TK,SD, SMP, dan SMA. “Program MPLS Ehipassiko School BSD digunakan sebagai media pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa yang baru mengenal Ehipassiko School BSD, mulai dari mengenalkan guru, fasilitas sekolah, dan sesama teman. Saya juga berharap agar MPLS dapat memberikan informasi bagi siswa untuk mengenal sekolah sehingga mereka merasa nyaman dalam beraktivitas di sekolah. Rasa nyaman dalam beraktivitas di sekolah diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa” ujar PIC MPLS SMP., Samma Ditthi, S.Pd.


Ada sedikit yang berbeda dengan MPLS tahun ini, yaitu siswa diperkenalkan dengan budaya mindfulness sebagai budaya baru yang diterapkan dalam proses KBM di sekolah. Tampak sekali bahwa siswa dapat mengikuti proses pengenalan budaya mindfulness dengan baik. Selain itu, dalam proses MPLS tahun ini siswa juga diperkenalkan dengan budaya membatik yang dipandu oleh Organisasi Duta Batik Indonesia. Budaya membatik ini juga akan menjadi salah satu mata pelajaran mulok (muatan lokal) di unit SMA tahun ini sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya lokal dan menanamkan rasa cinta tanah air. Unit SMP juga membekali seluruh siswanya dengan Seminar Recycle Code yang dipandu oleh Eko Budi Pranyoto, S.Pd. dan Fitriani, S.Pd. Pembekalan siswa dengan Seminar Recycle Code bukan tanpa tujuan. Seminar ini diharapkan menjadi bekal bagi para siswa agar dapat lebih berhati-hati dalam memilih perlengkapan makan mereka sebagai bentuk kesadaran akan hidup sehat. Tak kalah dengan unit lain, SD menyosialisasaikan program mindful walking dan relaksasi dalam MPLS tahun ini. Program tersebut diharapkan dapat menyiapkan anak untuk siap belajar. “Dalam MPLS tahun ini saya sangat berharap siswa dapat mengenal budaya mindfulness dan dapat diaplikasikan saat beraktivitas di kelas dan dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Ni Putu Mitha Sugiastuti, M.Pd. selaku PIC MPLS SD. Eko Budi Pranyoto, S.Pd. selaku PIC SMA berpendapat “MPLS tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya karena siswa sudah mulai menggunakan mindfulness dalam beraktivitas”. Unit KB/TK punya cara sendiri dalam melihat MPLS tahun ini “MPLS harus dapat membuat anak jauh lebih mandiri dan tidak lagi bergantung kepada orang tuanya karena dengan kemandirian tersebut siswa dapat lebih siap menghadapi sekolah yang selama ini belum mereka kenal. Saya juga sependapat dengan sudut pandang seluruh unit bahwa mindfulness harus dapat membentuk anak yang lebih tenang dan dewasa dalam bersikap”, ujar Lusita Purnamasari, A.Md., selaku PIC MPLS KB/TK.
Secara keseluruhan program MPLS tahun ini, baik dari unit KB/TK, SD, SMP, dan SMA, telah menjalankan mindfulness dalam aktivitasnya sehingga program MPLS berjalan dengan tenang, tertib, dan nyaman. Selain itu, siswa jauh lebih nyaman dalam beraktivitas mengingat kondisi KBM dan aktivitas sekolah menjadi lebih terarah. “MPLS tahun ini jauh lebih nyaman dan tenang, selain itu, konsep baru pada MPLS tahun ini membuat kami tidak merasa dibedakan satu sama lain, tidak seperti MOS (Masa Orientasi Kampus). Saya suka sekali saat ada seminar Publik Speaking yang dipandu oleh Pak Febrian (Febrian Temansjah, S.E., M.M. :Red). Karena sekolah tahun ini pakai program mindfulness, kelas jadi jauh lebih tenang” ujar Alvania Artamevia, salah satu peserta MPLS dari kelas 10 SMA. Berbeda dengan Alvania yang merupakan siswa SMP Ehipassiko School BSD yang melanjutkan ke SMA Ehipassiko School BSD, Jovan Gautama Putra menyampaikan kesannya melihat sekolah barunya, “Sekolah ini dengan program mindfulness membuat kelas jadi tertib. Siswa jadi lebih perhatian dengan pembicara yang sedang berbicara di depan. Saya suka sekali saat Mr. Bayu (Bayu Murdiyanto, S.S. :Red) menyampaikan Seminar Mengonsep Pendidikan sejak Dini”.
Sebuah awal yang baru tentunya akan dimulai dengan semangat yang baru agar menjadi habit yang baik dalam beraktivitas. Ehipassiko School BSD yang sudah berkomitmen menggunakan mindfulness dalam program dan aktivitas sekolahnya akan tetap menjaga semangat komitmennya dalam mengembangkan budi pekerti siswa-siswinya agar menjadi manusia yang berbudaya. Dengan menanamkan budaya karakter yang kuat, diharapkan seluruh siswa Ehipassiko School BSD dapat menjadi manusia yang tangguh dan siap dalam menghadapi perubahan dan dinamika bangsa dan negara.

BM/20072018

Berikut Foto Dokumentasi selama proses MPLS :

 

Siswa KB-TK siap mengikuti Brain Gym

 

Belajar dan berlatih bersama guru yang hebat

Tetap Semangat, walaupun agak sulit

Saatnya makan bersama

Belajar sadar penuh sejak dini

 


Siswa SD sedang belajar Robotik, sebagai perkenalan Kegiatan Ekstrakurikuler

 

 

Bapak Febrian selaku Ketua 1 Yayasan Pancaran Dharma Ratana sedang memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMP-SMA Ehipassiko School BSD

 

Siswa-siswi SMP belajar Coding Robotik

 

Siswa SMP-SMA Ehipassiko School sedang mengikuti arahan dari sekolah

 

 

Pelatihan Senam Berkesadaran untuk melatih fisik 

 

 

Petugas Upacara Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sedang melaksanakan tugasnya dengan baik

 

 

Pembacaan Pancasila oleh Pembina Upacara dan diikuti oleh seluruh Peserta Upacara

 

Bermain untuk melatih kerjasama dan keberanian 

 

Penutupan MPLS dihadiri oleh Para Pembina dan Pengurus Yayasan serta tamu dari Amerika

 

Tanya jawab interaktif berjalan sangat baik

 

Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dilanjutkan dengan foto bersama

 

 

Category: