INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-083-8910-66688

Written by Administrator
Hits: 1060

Jurnalis : Djuwita Ratna Wati
Fotografer : Didit Sukmauluddin

Mencintai bumi tempat kita berpijak adalah kewajiban kita. Masa depan bumi dan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita dapat berpartisipasi mencegah perusakan sumber daya alam dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah yang kita hasilkan. Dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, pada hari Sabtu, 13 Agustus 2016, Ehipassiko School meresmikan Depo Pelestarian Lingkungan, yang terletak di Jalan Letnan Sutopo Kav.B2 No 1-2 Sektor XIV.4, BSD City.

Peresmian Depo Pelestarian Lingkungan yang telah sukses dilaksanakan, dihadiri oleh sejumlah kalangan, antara lain : Perwakilan Pendiri Ehipassiko School BSD (Bapak Teguh Taslim), Ketua Yayasan Pancaran Dharma Ratana (Bapak Hans Tjahjadi Wirawan), Direktur Sekolah Ehipassiko School BSD (Ibu Indi Yudini), kepala sekolah, guru, staff, orang tua murid unit SD - SMA, relawan Tzu Chi, dan reporter DAAI TV yang ikut serta meliput kegiatan ini.

Kegiatan Peresmian Depo Pelestarian Lingkungan diawali dengan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan dan daur ulang yang disampaikan oleh salah satu relawan Tzu Chi yang bernama Se Xiong Sukandi. Dia menjelaskan berbagai hal, diantaranya ada 5R, yaitu :

  1. Rethink (memikirkan kembali barang yang akan kita beli apakah itu dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat)
  2. Reduce (mengurangi barang sekali pakai seperti sumpit bambu atau steroform)
  3. Reuse (menggunakan kembali barang yang bisa dipakai)
  4. Repair (memperbaiki kembali barang yang bisa dipakai supaya barang tersebut dapat difungsikan kembali dan tidak dibuang menjadi sampah)
  5. Recycle (pengolahan barang menjadi produk lain sehingga bisa digunakan kembali)

Pimpinan Kantor Penghubung (KP) Tangerang, Ibu Lian Chu menjelaskan jenis-jenis barang yang sudah tidak terpakai, yang dapat didaur ulang dan yang tidak dapat dimanfaatkan kembali atau benar-benar menjadi sampah. Selain itu, Ibu Lian Chu juga memperlihatkan contoh barang-barang yang dihasilkan dari hasil daur ulang sampah botol plastik, dapat dibuat menjadi kaos, tas, benang, handuk, dan selimut.

Bapak Yanto, orang tua siwa kelas 10, Ganesh, setelah mendapatkan penjelasan tentang daur ulang dari relawan Tzu Chi, mengungkapkan kesan-kesannya, "Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak, orang tua, dan pihak sekolah, pentingnya menjaga kelestarian alam dan menyadari manfaat dari daur ulang". Tanpa disadari, seringkali para orang tua dan anak-anak membuang sampah, padahal dari sekian banyak sampah tersebut bisa didaur ulang. Di mana, hasil dari daur ulang dapat bermanfaat bagi insan dunia yang disalurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Semoga sumbangsih Ehipassiko School BSD dalam kegiatan pelestarian lingkungan dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah yang lain.

Acara Peresmian Depo Pelestarian Lingkungan di Ehipassiko School BSD diawali penarikan kain merah yang dilakukan oleh perwakilan pihak sekolah, perwakilan relawan Tzu Chi, dan perwakilan orang tua. Puncak acara Peresmian Depo Pelestarian Lingkungan adalah Pemotongan Tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Hans selaku Ketua Yayasan Pancaran Dharma Ratana, kemudian diserahkan kepada para perwakilan dari berbagai kalangan. Peresmian Depo Pelestarian Lingkungan ditutup dengan acara ramah tamah dan makan siang bersama. Semoga Ehipassiko School BSD dapat berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan, demikian harapan yang diungkapkan oleh Miss Mei, guru Bahasa Indonesia SMP Ehipassiko School BSD.

Category: