INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-8960-57-0000-9

Written by Administrator
Hits: 92

 

Jurnalis : Bayu Murdiyanto, S.S.
Fotografer : Sammaditthi, S.Dt.B, Gerald L., Eunice, dan Alvito

Jumat (17/08/2018) seperti tahun-tahun sebelumnya Indonesia kembali merayakan HUT  RI yang tahun ini beranjak ke-73 tahun. Seperti layaknya masyarakat lainnya perayaan HUT RI tentunya akan dimeriahkan dengan beranekaragam perlombaan. Kemeriahan lomba dalam HUT RI memang merupakan budaya yang bersifat repetisi.

Hal tersebut jelas bertujuan untuk kembali mengingat suasana kegembiraan saat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Selayaknya perayaan HUT RI di masyarakat, Ehipassiko School BSD, khususnya unit SMP dan SMA, juga merayakan kegembiraan HUT RI dalam rangka menanamkan rasa nasionalisme di lingkungan sekolah. Namun demikian, ada yang berbeda dengan perayaan HUT RI tahun ini di Ehipassiko School BSD. Dengan menjunjung rasa syukur, SMP dan SMA Ehipassiko School BSD yang bekerjasama dengan Ekayana Peduli mengundang sebagian Lembaga Panti Asuhan di sekitar BSD. Ada 150 peserta dari Panti Asuhan yang ada di BSD yang terdiri dari 7 panti asuhan, yaitu: Panti Asuhan Pintu Elok, Rumah Cerdas Indonesia, Bina Ummat, Bethshalom, Tunas Mahardika, Al Amanah, dan Asrama Cikal mandiri. Dengan beragam latar agama, budaya, dan adat Ehipassiko School BSD bersama Ekayana Peduli ingin menonjolkan nasionalisme melalui kebhinekaannya.

Diundangnya Panti Asuhan untuk bergabung dalam merayakan HUT RI bertujuan untuk menanamkan kebhinekaan siswa Ehipassiko School BSD. Manusia diciptakan dengan perbedaan, tetapi berkebangsaan sama maka tidak perlu dibeda-bedakan. Dengan bergabungnya peserta dari Panti Asuhan di sekitar BSD juga diharapkan siswa dapat menumbuhkan rasa syukur yang lebih mendalam karena diberikan keberuntungan lebih daripada mereka yang belum berkecukupan. Nantinya peserta dari Panti Asuhan ini akan bergabung menjadi satu dengan siswa Ehipassiko School BSD untuk bertanding di 3 cabang lomba, yaitu lomba makan kerupuk, lomba kelereng dalam sendok, dan lomba memasukan pensil ke dalam botol. Seluruh peserta dari panti akan bersaing dan berlomba dengan memperebutkan hadiah yang telah disediakan oleh pihak panitia, dalam hal ini OSIS SMP dan SMA Ehipassiko School BSD. Selain perlombaan, pihak panitia juga telah menyediakan 150 paket alat tulis, snack, hadiah hiburan, dan keperluan anak-anak yang akan diberikan kepada seluruh peserta dari panti asuhan. Bukan hanya siswa Ehipassiko School BSD yang belajar berderma melalui bakti sosial kepada anak-anak yatim piatu, tetapi juga para orang tua siswa ikut andil dalam mengumpulkan donasi bagi mereka yang membutuhkan. Jelas sekali tampak hubungan yang sinergi antara sekolah, warga sekolah (siswa), dan orang tua siswa untuk berderma dalam kagiatan bakti sosial ini. Dengan menggandeng Ekayana Peduli tampak betul bahwa Ehipassiko School BSD memberikan pelajaran bagi putra dan putrinya untuk belajar mendermakan sebagian miliknya sebagai wujud rasa syukur karena telah diberikan kecukupan, baik secara moril maupun materil.

Para siswa tampak antusias dalam mempersiapkan segala sesuatunya agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan seluruh peserta, baik para siswa Ehipassiko School BSD maupun peserta putra dan putri dari panti asuhan dapat menikmati bersama indahnya hari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh penyelenggaraan kegiatan baksos ini juga merupakan bukti riil langsung dari penerapan kehidupan mindfulness yang sejak awal tahun ajaran telah diterapkan di seluruh aktivitas belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas. Siswa tak hanya berkesadaran penuh dalam belajar, tetapi juga berkesadaran penuh dalam menjalin jodoh baik dengan sesama makhluk hidup. Semoga pembelajaran yang berarti ini menjadi sebuah langkah awal menuju ke kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga Sekolah Ehipassiko School BSD.

 Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan ini:






Category: