INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-083-8910-66688

APA ITU SEKOLAH SADAR PENUH?

Sekolah sadar penuh adalah sekolah yang mengedepankan semua komponen yang ada dalam institusi pendidikan mulai dari siswa, guru,dan staff untuk mempraktekkan semua aktifitas dengan penuh kesadaran dan fokus, sehingga dapat tercapainya hasil pendidikan yang maksimal

Written by Administrator
Hits: 918


Field trip ke-2 untuk siswa kelas 1 dan 2 SDS Ehipassiko adalah mengunjungi Kampung Horta, Ciomas-Bogor. Antusiasme para siswa siswi kelas 1 dan 2 terlihat jelas pada hari itu, Selasa, 08 Desember 2015. Para orang tua juga nampak hadir di halaman depan gedung Ehipassiko School untuk mengantarkan putra-putri mereka. Pukul 06.30 kami melakukan persiapan, mulai dari mengecek siswa-siswi yang belum ataupun sudah hadir, tidak hanya para siswa siswi kelas 1 dan 2 yang mengikuti field trip tersebut, namun juga didampingi oleh enam (6) guru yang turut ikut di dalamnya sebagai pembimbing para siswa-siswi.


Pukul 07.30 bus melaju meninggalkan gedung Ehipassiko School dengan diiringi cuaca yang cerah pagi itu. Kegembiraan di sekolah sebelum keberangkatan menuju Bogor ternyata tidak berhenti hanya di situ, melainkan ketika di dalam bus-pun siswa-siswi kelas 1 dan 2 masih memperlihatkan keaktifan mereka. Perjalanan ditempuh dengan waktu 2 jam dari Tangerang hingga sampai ke Kampung Horta, Ciomas-Bogor. Sesampainya di Kampung Horta kami disambut oleh Bapak dan Ibu pengurus Kampung Horta. Sebelum memulai aktifitas, segelas teh hangat dan makanan pedesaan seperti : kacang rebus, ubi rebus dan juga bakwan jagung menemani kami melepas penat sesaat dari jauhnya perjalanan yang kami tempuh. Melihat alam pedesaan yang masih belum terjamah oleh kehidupan yang modern dan dari sinilah para siswa-siswi dapat melihat sawah, padi, kerbau dan juga bebek yang sangat jarang mereka lihat atau bahkan temui di kota.


Aktifitas pertama yang kami lakukan setelah beristirahat sejenak adalah membuat clay atau sesuatu yang berasal dari tanah liat, siswa-siswi diajarkan bagaimana cara membuat tempat pensil hasil karya mereka sendiri dibantu oleh para pendamping yakni dari Kampung Horta dan juga guru. Para siswa-siswi mengerjakanya dengan teliti dan juga mengikuti instruksi yang diarahkan oleh Bapak dari Kampung Horta. Siswa-siswi kelas 1 dan 2 dibagi menjadi 5 kelompok sebelumnya, dimana kelompok satu didampingi oleh Mrs. Liliyana, kelompok dua oleh Mrs. Sri, kelompok tiga oleh Mrs. Nani, kelompok empat oleh Ms. Nia dan kelompok lima oleh Mr. Yudhistira. Dari masing-masing kelompok juga mendapat pendamping dari kakak-kakak Kampung Horta. Tempat pensil yang telah selesai dibuat dari clay (tanah liat) tersebut dijemur dibawah sinar matahari dan para siswa-siswi melanjutkan membuat makanan tradisional yakni klepon. Kami menjadi tahu bagaimana dan apa saja bahan pembuatan kue tradisional klepon.


Usai pembuatan clay dan juga kue tradisional, kami melanjutkan aktifitas alam yaitu menanam padi. Kami dilibatkan langsung untuk turun ke sawah, pemandu Kampung Horta menjelaskan bahwa sistem penanaman padi yang dipakai di Indonesia adalah "TANDUR" yang artinya tanam mundur atau menanam (meletakkan) padinya mulai dari depan dan berjalan mundur. Lumpur dan juga air yang berwarna coklat tidak menyurutkan keberanian para siswa-siswi untuk ikut masuk ke dalam sawah dan melakukan tanam padi. Tak hanya menanam padi, kami juga mengikuti kegembiran lain menangkap ikan dan juga bebek yang dilepaskan di tanah lumpur yang mulai hitam pekat. Kami mulai mengejar bebek yang berlari mencoba menghindar dari tangkapan kami dan juga mencari ikan yang berenang namun tidak tampak karena tertutup air bercampur lumpur. Senang dan puas rasanya dapat bermain dan menikmati alam pedesaan yang tak kami temukan di kota yang ramai dengan hiruk pikuk kendaraan.


Satu persatu aktifitas telah dilakukan dan semua mencobanya hingga menaiki kerbau yang ada di sawah tersebut, tidak terasa perut sudah mulai lapar dan badan yang penuh lumpur sudah ingin dibersihkan, kami membersihkan diri di air pancuran yang telah disediakan di Kampung Horta, air yang dingin begitu sejuk mengalir membersihkan tubuh kami. Badan menjadi bersih kembali dan kami makan siang bersama untuk menghangatkan kembali tubuh kami yang kedinginan dan juga sedikit lelah. Waktu tidak terasa sudah siang dan saatnya kembali ke Tangerang. Siswa-siswi yang berhasil menangkap ikan dan juga bebek diberikan hadiah berupa tanaman horta. Sebelum kembali ke Tangerang, dari Kampung Horta siswa-siswi diberikan kenang-kenangan berupa ikan, akan tetapi tidak kami bawa pulang dan kami melakukan Fang Shen, ikan yang diberikan kepada kami, kami lepaskan kembali ke alamnya sebagaimana mestinya mereka hidup di air. Perjalanan yang sungguh sangat melelahkan namun juga memberikan banyak kebahagiaan dan manfaat yang dapat kami ambil dari field trip di Kampung Horta Ciomas-Bogor.

Category: