INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-083-8910-66688

Written by Administrator
Hits: 646


BSD Kamis, (5/11/15) dini hari SMA Ehipassiko sudah disesaki oleh kendaraan-kendaraan yang parkir di halaman sekolah. Menurut kalender akademik, SMA Ehipassiko School BSD akan mengadakan fieldtrip yang sudah menjadi agenda tahunan. Fieldtrip merupakan pembelajaran lapangan yang dilakukan sebagai bentuk metode pengalaman dalam kegiatan belajar mengajar yang terintegrasi dalam kurikulum. Penggunaan metode fieldtrip ini sudah dilakukan sejak awal oleh SMA Ehipassiko School BSD sebagai pemenuhan keingintahuan siswa akan penerapan proses belajar mengajar di sekolah secara klasikal.

Purwokerto adalah kota yang dipilih saat itu menyisihkan beberapa kota pilihan lainnya. Mengapa ? Jika ditinjau dari bentuk geografis, Purwokerto memang merupakan kota transit yang berukuran kecil jika dibandingkan kota berkembang disekitarnya, seperti Semarang dan Yogyakarta. Namun demikian, dari segi kultur dan sistem pemerintahan Purwokerto masih dapat dianggap kota yang patut diperhitungkan. Purwokerto adalah pusat pemerintahan dari karesidenan Kabupaten Banyumas yang melingkupi kota Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, dan Banyumas sendiri. Purwokerto juga patut dipilih menjadi kota tujuan fieldtrip mengingat kelengkapan objek belajar yang dibutuhkan oleh siswa SMA Ehipassiko School BSD.

Beberapa tempat kunjungan pun dicari dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran siswa di sekolah. Terpilihlah 6 destinasi yang berhubungan dengan tujuan awal fieldtrip :

  • FIB (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman)
  • Kebun Raya Baturaden
  • Vihara Budha Dipa
  • Museum Wayang Sendang Mas
  • Pertunjukan Komunitas KieBae
  • Sanggar Lukis dan Batik Bawor Sokaraja


Keenam destinasi tersebut mewakili proses pembelajaran flora dan wisata biotik alam, struktur dan kontur geografis, orientasi kampus, keagamaan, sejarah Indonesia, produk bahasa dan sastra, serta keterampilan tradisional. Tahun ini fieldtrip SMA Ehipassiko BSD sedikit berbeda, yaitu dengan digabungnya program Orientasi Kampus dan Kepramukaan, ujar Mr. Yarma selaku PIC Fieldtrip tahun 2015 ini. Mr. Yarma juga berharap dengan adanya penggabungan beberapa program sekolah ini mampu meringkas waktu agenda kegiatan tahunan dan dapat membentuk keberagaman acara di fieldtrip 2015.


Muatan fieldtrip tahun ini didominasi dengan muatan lokal kedaerahan. "Dengan terbentuknya jati diri dan kearifan lokal, mampu membentuk manusia yang cerdas dan siap bertempur di kehidupan nyata", menurut Drs. Bambang Lelono, M.Hum, dekan FIB Universitas Jenderal Soedirman, yang menyambut kami di kampus FIB pada hari kedua. Selain sambutan yang bernuansakan kearifan lokal, siswa juga disuguhi sejarah Indonesia mengenai unsur kerajaan tanah jawa dan media budaya di Museum Wayang Sendang Mas. Di tempat tersebut siswa bahkan dapat memainkan alat musik tradisional yang bersifat kolektif, yaitu Gamelan Jawa dengan dipandu oleh pemandu museum.

Masih di hari kedua, dipenghujung acara di hari itu siswa disuguhi pertunjukan drama Andro Jemblung, yaitu modifikasi budaya daerah ke dalam bentuk modern dengan menghilangkan beberapa unsur pakem yang biasa dipegang teguh. Dengan lakon Dewi Sri, siswa dibuat takjub akan megahnya pertunjukan seni yang selama ini dianggap minim di kalangan remaja. Adanya pertunjukan drama ini diharapkan mampu menggugah kembali kecintaan siswa terhadap budaya lokalitas dan pertunjukan karya anak bangsa. Di hari ketiga siswa dibawa menuju ke lokasi Sanggar Lukis dan Batik Bawor. Layaknya fieldtrip tahun lalu, siswa dikenalkan langsung dengan bagaimana kreasi budaya bangsa melalui ajang membatik bersama. Dapat pengalamannya, dapat teknik dan praktiknya, juga dapat hasil produk buatan mereka sendiri.


Ditengah gemerlapnya kemajuan teknologi yang mendorong kita untuk hidup modern, kita sebagai masyarakat ketimuran sudah selayaknya masih mengingat budaya sendiri. Akar yang kuat tentu akan menopang pohon apapun itu dan seberagam apapun itu. Kiranya itulah tujuan pembelajaran melalui fieldtrip tahun ini. Diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi manusia yang adiluhung dan siap menyambut modernisasi dengan kemampuan budaya lokal sebagai jati diri mereka di kehidupan mendatang.

Category: