INFO:

Jalan Letnan Sutopo Kav. B2 No.1-2 Sektor XIV.4 BSD City,
Tangerang Selatan

+62-21-5388-018
+62-8960-57-0000-9

Written by Administrator
Hits: 587

Jurnalis : Bayu Murdiyanto, S.S.
Fotografer : Setiadi, S.Pd., C.Ht., CT.

Performance Drama dari tingkat SMP 

Jumat (26/10/2018), unit SMP dan SMA Ekayana Ehipassiko School BSD kembali menyambut Hari Bulan Bahasa. Seperti kita ketahui bahwa tiap tanggal 28 Oktober  Indonesia menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Salah satu isi teks Sumpah Pemuda adalah “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Hal tersebutlah yang menjadikan Bulan Oktober juga kerap disebut Bulan Bahasa. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan pengesahan pertama bahwa Indonesia memiliki bahasa nasional secara De Facto, yang akhirnya dikenal dengan sebutan bahasa Indonesia.

Pada tahun 2018 ini Ekayana Ehipassiko BSD kembali menyelenggarakan gelar pertunjukan sastra, budaya, dan seni yang ditampilkan langsung oleh putra dan putri dari unit SMP dan SMA. Beberapa siswa tampak sibuk menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari properti, kostum, tata rias, dan persiapan lainnya untuk menyambut acara gelar pertunjukan ini. Tepat tanggal 26 Oktober 2018 pukul 08.00 WIB akhirnya acara perayaan Gelar pertunjukan sastra dan seni yang kerap disebut GRADASI ini pun dimulai dengan sebuah pertunjukan Monolog “Dari Tiga Kamar” karya Iswandi Pratama yang dibawakan oleh salah satu siswi SMA Ekayana Ehipassiko School BSD. Pertunjukan pun berjalan lancar dan sebagian besar siswa lain yang menonton tampak terpukau oleh pertunjukan dari Angelica Eunice (siswa kelas XII IPA) ini. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP dan SMA Ekayana Ehipassiko School BSD. Setelah itu, rangkaian pertunjukan pun dimulai berurutan sesuai dengan susunan acara yang sudah dipersiapkan oleh pihak panitia, dalam hal ini dilaksanakan oleh OSIS Ekayana Ehipassiko School BSD.

Seluruh siswa, baik SMP maupun SMA sangat bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan pertunjukannya masing-masing sehingga acara dapat berjalan dengan sangat meriah dan memukau. Sebagian besar peserta pun mendapat banyak bekal praktik oleh guru Bahasa Indonesia masing-masing agar mereka dapat mempersiapkan pertunjukan sesuai dengan ketentuan pemanggungan. Ragam pertunjukan yang dipertontonkan meliputi musikalisasi puisi, dramatisasi puisi, monolog, tarian daerah, menyanyi, hingga pertunjukan teater berkelompok, baik secara kabaret maupun langsung. Pertunjukan ditutup oleh performance band dari bintang tamu, yaitu Diversity Band yang digawangi langsung oleh Fredy Darmawan (salah satu alumni SMA Ekayana Ehipassiko School BSD).

“Sungguh pengalaman menarik dan tak dapat dilakukan pada pembelajaran di kelas saja, kami dibekali dengan ilmu dan praktik langsung di panggung tentang bagaimana sebuah naskah drama diolah dalam produksi teater. Sungguh pengalaman yang membuat kami ketagihan”, ujar Alvito Kurniawan (siswa kelas XI IPA) yang pada saat itu menjadi penata suara di pertunjukan berlakon “RT Nol RW Nol” karya Iwan Simatupang. “Pergelaran macam ini jelas membawa pembelajaran dalam cakupan yang lebih luas bagi siswa dan akan memberi dampak besar bagi mereka”, ungkap Pak Ony selaku guru Digital Preneur yang pada kesempatan tersebut mendokumentasikan jalannya acara. Pada kesempatan tersebut hadir juga Ketua Divisi Teater Dewan Kesenian Kota Tangerang, E.B. Magor untuk ikut menyaksikan beberapa pertunjukan. “Sangat jarang ajang macam ini dilaksanakan di lembaga pendidikan karena kebanyakan dilakukan dalam ajang festival atau perlombaan. Sungguh bentuk apresiasi yang sangat baik terutama di Tangerang Selatan dan akan menjadi catatan bagi kami untuk mengembangkannya di program kerja kami”, ujar beliau.

Semoga Gradasi akan menjadi pionir dalam ajang gelara pertunjukan sastra, budaya, dan seni di Tangerang Selatan mengingat memang ajang macam ini masih sangatlah jarang diapresiasi di lembaga pendidikan lain. Akan sangat baik jika ajang ini akan berkembang menjadi ajang tahunan yang diselenggarakan bersamaan dengan sekolah lain di sekitar Tangerang Selatan agar dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap karya sastra Indonesia yang masih dianggap eksklusif dan tidak terasa dekat dengan masyarakat umum.

 

Berikut dokumentasinya:


 

Category: