Written by Administrator
Hits: 1041

Jurnalis : Ragil Fatwa R, S.Pd. dan Yarma, S.Pd.B.
Fotografer : Sarjono, S.Pd., dan Jennifer Aster Visakha, S.S.

Namo Sanghyang Adi-Buddhaya,
Namo Tassa Bhagavato Arahatto Sammasambuddhasa
Namo Sabbe , Bodhisatvaya-Mahasatvaya

Setiap tahun, mulai bulan Oktober s.d. November kita para umat Buddhis di manapun berada secara serentak akan dapat mengikuti perayaan Kathina yang diselenggarakan di berbagai wihara, tak terkecuali Sekolah Ekayana Ehipassiko School BSD yang menjadi satu-satunya sekolah bercirikan buddhis dengan penerapan budaya hidup berkesadaran dan menjadi “The Mindful School” pertama di Indonesia.

SMP dan SMA Ekayana Ehipassiko School BSD juga menyelenggarakan perayaan Kathina dengan suka cita di Wihara Ekayana Arama, Jakarta.
Minggu, 28 Oktober 2018, pukul 07.00 WIB rombongan SMP dan SMA Ekayana Ehipassiko School BSD yang terdiri dari siswa dan guru dengan menggunakan bus jemputan yang disiapkan oleh panitia perayaan Kathina Wihara Ekayana Arama Jakarta berangkat untuk meperingati Kathina 2562/2018.
Salah satu kekhususan yang terdapat dalam Kathina Puja kali ini adalah pada hari-hari besar Agama Buddha yang lain para umat buddhis biasanya datang ke vihara untuk berperan serta secara aktif dalam peringatan itu. Pengertian berperan serta secara aktif ini adalah para siswa dan guru Ekayana Ehipassiko School BSD ikut terlibat dalam memperingati Kathina dengan berbuat sesuatu yang bermakna bagi orang lain, baik para sangha monastik maupun umat awam lainnya. Partsipasi aktif yang dilakukan adalah berdana dalam bentuk empat kebutuhan pokok para Bhikkhu melalui kegiatan pindapatta dan Sanghadana yang dilakukan oleh Wihara Ekayana Arama Jakarta.
Selain mengikuti pindapatta dan sanghadana, siswa dan guru sekolah Ekayana Ehipassio School BSD juga mengikuti kebaktian dan memeriahkan perayaan tersebut dengan keterlibatan dua siswa yang berbakat dalam bidang menyanyi, yaitu Angelica Eunice kelas XII IPA dan Alvania Artamevia kelas X IPA.
Oleh karena itu, dalam mengikuti perayaan Kathina di manapun juga, para siswa dan para guru hendaknya dapat merenungkan bahwa:
1. Para siswa sejak beberapa bulan sebelumnya menyisihkan sebagian dari uang saku sekolahnya untuk ditabung. Setelah tiba masa Kathina, maka siswa tersebut membuka tabungannya dan seluruh hasilnya dipergunakan untuk dipersembahkan kepada Sangha dalam perayaan Kathina. Tentu saja niat baik untuk menyediakan persembahan Kathina yang telah dipupuk dalam waktu yang cukup lama ini akan memberikan kondisi kepada anak tersebut untuk menimbun banyak karma baik yang pada waktunya nanti pastilah akan memberikan kebahagiaan sesuai dengan yang diharapkannya.
2. Mengikuti Perayaan Kathina secara aktif ini dimaksudkan sebagai latihan melepaskan atau merelakan sebagian dari barang yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan sangha monastik. Kebahagiaan yang bisa diperoleh adalah kebaikan yang dilakukan saat seseorang melakukan perbuatan baik demi perbuatan baik atau kebajikan itu sendiri, bukan demi pribadi seseorang yang kita sukai atau dengan maksud-maksud yang lain.
3. Persembahan Dana Kathina juga bisa mempunyai makna sebagai latihan meningkatkan kesadaran para siswa dan guru sekolah Ekayana Ehipassiko School BSD akan manfaat keberadaan para Bhikkhu. Para Bhikkhu yang tergabung dalam Sangha Monastik merupakan kumpulan pertapa yang berusaha melaksanakan Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari mereka agar mencapai tingkat batin tertinggi.
Dengan perenungan ini, maka hendaknya para siswa dan guru Sekolah Ekayana Ehipassiko School BSD dapat lebih meningkatkan pelaksanaan Buddha Dharma dalam kehidupannya dengan lebih tekun dan bersemangat menjalankan kemoralan serta melatih hidup berkesadaran. Dengan demikian, para siswa akan dapat memberikan manfaat yang besar untuk para Bhikkhu yang telah mendukung kelestarian Dharma dan membantu orang lain melalui kegiatan bakti sosial dari hasil Pindapata dan Sanghadana yang dilakukan pada saat perayaann Kathina. Para Bhikkhu benar-benar akan menjadi ladang yang subur untuk kebajikan. Dengan demikian para Bhikkhu tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan baik untuk melatih diri agar lebih baik sehingga mencapai tingkat tertinggi yaitu kesucian dan kebahgaiaan tertinggi “Nirvana” dalam kehidupan ini juga.
Demikianlah, paling tidak terdapat tiga hal yang bisa dan pantas direnungkan dalam masa Kathina ini. Semoga kita semua tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan Kathina ini untuk secara aktif mengembangkan kebajikan dan meningkatkan kualitas batin kita masing-masing dengan tetap mengembangkan budaya hidup berkesadaran.
Semoga kita semua berbahagia.


Kemudian pada hari Senin, 05 November 2018, KB – TK – SD Ekayana Ehipassiko School menyelenggarakan Sanghadana di bulan Kathina yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi Sekolah KB – TK – SD Ekayana Ehipassiko School BSD dan kali ini bertempat di Wihara Siripada Kota Tangerang Selatan.
Kathina merupakan hari bakti umat Buddha kepada Sangha, dengan adanya perayaan Kathina berarti kita telah menimbun perbuatan baik yaitu berdana kepada Sangha sebagai praktik Dhamma. Dalam kegiatan ini yang turut serta adalah seluruh siswa-siswi Sekolah KB – TK – SD Ekayana Ehipassiko School BSD dan orangtua murid
Tujuan dari diadakannya Sanghadana ini adalah untuk melatih siswa-siswi dalam hal kedermawanan (berdana). Selama sebulan siswa-siswi (khususnya KB, TK dan SD) menyisihkan uang jajan mereka untuk menabung di sekolah yang disebut dengan celengan Kathina, dan pada perayaan Sanghadana tersebut, celengan yang sudah diisi dana diserahkan kepada Sangha. Tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan kepada siswa-siswi bahwa di sekitar kita terdapat tempat-tempat ibadah, khususnya tempat ibadah umat Buddha.
Pada perayaan Sangha Dana Kathina di Vihara Siripada tersebut dihadiri oleh 6 orang anggota Sangha yaitu :
1. Y.M. Bhikkhu Dhammavijayo Mahathera
2. Y.M. Bhikkhu Jutaliko Mahathera
3. Y.M. Bhikkhu Abhayanando Mahathera
4. Y.M. Bhikkhu Atthadiro Thera
5. Y.M. Bhikkhu Virasilo
6. Y.M. Bhikkhu Gunaseno
Dalam Dhammadesannya, Bhante Atthadiro Thera menyampaikan bahwa dalam untuk berdana harus dilandasi dengan keikhlasan dan hal baik ini merupakan praktik dhamma. Di dalam Sanghanussati dijelaskan bahwa Sangha adalah ladang yang subur untuk berdana. Dana Kathina memiliki nilai spiritual lebih tinggi dibanding dana di hari biasa, karena ketika itu kita berdana kepada Sangha (Perkumpulan para bhikkhu) yang telah berhasil membina diri secara intensif, dalam menjalankan Ajaran Guru Buddha.
Terima kasih kepada wihara Siripada Kota Tangerang Selatan yang telah menjadi tempat menanam kebajikan ini,  pihak Sekolah, siswa-siswi, orang tua dan semua yang berkenan hadir dalam perayaan Sangha Dana sekolah Ekayana Ehipassiko BSD, semoga perbuatan baik yang kita lakukan bersama-sama akan membawa manfaat untuk kita semua.
Sadhu… Sadhu… Sadhu...

Selamat Kathina.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata.

Berikut Dokumentasi lainnya:

 

Category: