Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) menjadi salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan.

Kegiatan LDKS 2026 ini dilaksanakan pada 18–19 September 2026 di Citra Alam Riverside, Cisarua, Kabupaten Bogor. Sebanyak 59 murid berpartisipasi dalam acara ini, yang terdiri dari:
- 13 Pengurus OSIS Kelas 12 (periode 2025/2026)
- 46 calon Pengurus OSIS (periode 2026/2027)
LDKS bertujuan memberikan pembekalan mengenai kepemimpinan, organisasi, dan soft skill. Selain itu, kegiatan ini melatih murid untuk memiliki sikap disiplin, tangguh, percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai aktivitas menarik dan menantang, antara lain:
- Latihan dan upacara pembukaan
- Materi kepemimpinan bersama TNI
- Simulasi survival dan games tantangan di lima pos
- Api unggun dan refleksi malam
- Olahraga pagi
- Latihan ketahanan melewati sungai berbatu
Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi dengan upacara penutupan serta penganugerahan penghargaan Putra Terbaik, Putri Terbaik, dan Kelompok Terbaik.
Menghidupkan Nilai Inti Ekayana
Berbagai aktivitas dalam LDKS 2026 menjadi kesempatan emas bagi murid untuk mempraktikkan nilai inti Ekayana secara langsung:
- Ketangguhan : Dilatih melalui tantangan fisik dan mental yang mendorong murid untuk tetap berusaha, sabar, dan pantang menyerah ketika menghadapi kelelahan maupun tekanan.
- Moralitas : Diterapkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, rasa hormat kepada instruktur, serta kemampuan menjaga ucapan dan perbuatan selama kegiatan.
- Kebijaksanaan : Dikembangkan ketika murid belajar untuk tetap tenang, menggunakan akal budi, dan mengambil keputusan yang tepat—terutama saat simulasi survival dan tantangan di alam terbuka.



Mengembangkan Kompetensi ASTA
Selain nilai inti, LDKS juga menjadi ruang untuk mengasah Kompetensi ASTA melalui praktik nyata:
- Kepemimpinan : Membangun kemampuan memimpin diri sendiri sebelum mengarahkan dan memotivasi anggota kelompok.
- Pemecahan Masalah : Menghadapi berbagai rintangan dan dituntut menemukan solusi yang cepat serta efektif.
- Berpikir Kreatif : Menyusun strategi dan mencari cara alternatif untuk menyelesaikan tantangan di lima pos.
- Komunikasi : Menyampaikan ide dan instruksi dengan jelas sekaligus menjadi pendengar yang baik bagi anggota kelompok.
- Kolaborasi : Saling membantu, membagi peran, membangun kepercayaan, dan bekerja sama demi mencapai tujuan kelompok.


Melalui program LDKS 2026, murid tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan, tetapi juga mengalaminya secara langsung. Setiap tantangan menjadi sarana untuk belajar memimpin diri sendiri, bertanggung jawab, bekerja sama, dan tumbuh bersama sebagai bagian dari komunitas sekolah.