Live In SMA Ekayana Ehipassiko di Temanggung dan Yogyakarta: Belajar Budaya, Karakter, dan Mindfulness

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Program Live In SMA Ekayana Ehipassiko kali ini membawa para siswa jauh dari hiruk-pikuk perkotaan menuju ketenangan Dusun Krecek, Temanggung. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan edukatif biasa, tetapi menjadi kesempatan bagi siswa untuk menyelami budaya lokal, memperkuat karakter, serta belajar hidup selaras dengan nilai mindfulness melalui interaksi langsung dengan masyarakat pedesaan.

Melalui program ini, para siswa diajak untuk sejenak melepaskan ketergantungan pada teknologi dan mulai membangun koneksi yang lebih dalam dengan alam, lingkungan, dan sesama manusia. Pengalaman hidup bersama masyarakat menjadi proses pembelajaran yang bermakna dan penuh refleksi.


Belajar Hidup Bersama Masyarakat Dusun Krecek

Setibanya di Dusun Krecek, Temanggung, para siswa disambut hangat oleh warga desa dengan suasana kekeluargaan yang begitu terasa. Mereka tinggal di rumah-rumah penduduk dan mengikuti ritme kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui pengalaman ini, siswa belajar tentang kesederhanaan, kerja keras, dan kebersamaan yang mungkin jarang mereka temui dalam kehidupan perkotaan. Para siswa turut mengambil bagian dalam berbagai aktivitas harian warga sebagai bentuk praktik nyata Nilai Inti Ekayana, khususnya dalam aspek kemurahan hati dan bakti.

Interaksi langsung dengan masyarakat membantu siswa memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan materi, tetapi juga dari ketulusan, rasa syukur, dan keharmonisan hidup bersama orang lain.


Menyelami Budaya dan Seni di Yogyakarta

Rangkaian perjalanan kemudian dilanjutkan ke Yogyakarta dengan mengunjungi Museum Sonobudoyo. Di museum ini, para siswa mempelajari berbagai artefak budaya Jawa yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas bangsa Indonesia.

Tidak hanya belajar sejarah, para siswa juga mengunjungi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk mengenal dunia seni dan kreativitas secara lebih dekat. Mereka berinteraksi dengan para seniman muda dan melihat bagaimana tradisi budaya dapat berkembang menjadi karya kontemporer yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Kunjungan ini memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk memandang seni bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi, refleksi, dan pelestarian budaya.


Refleksi Mindfulness di Alam Terbuka

Selain kegiatan budaya, para siswa juga menikmati keindahan alam Yogyakarta melalui kunjungan ke Obelix Hills dan kawasan pantai selatan. Di Obelix Hills, siswa menikmati panorama perbukitan dari ketinggian, sementara di kawasan pantai mereka merasakan ketenangan alam yang luas dan menenangkan.

Momen-momen tersebut dimanfaatkan sebagai sesi refleksi diri bersama para guru. Dalam suasana alam terbuka, siswa diajak untuk menyadari pentingnya rasa syukur, kesadaran diri, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penerapan pendidikan mindfulness yang terus dikembangkan di Ekayana Ehipassiko.


Belajar Nilai Kehidupan dan Karakter

Salah satu pengalaman paling berharga dalam program live in ini adalah kesempatan bagi siswa untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan sesepuh desa. Melalui percakapan lintas generasi tersebut, siswa belajar mengenai nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Para siswa memahami bahwa budaya bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar mengenai pentingnya rasa hormat, kepedulian, tanggung jawab, dan hidup berdampingan secara harmonis dengan sesama.

Program ini juga memperkuat Kompetensi Asta, khususnya dalam aspek komunikasi, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial.


Membawa Pulang Perspektif Baru

Perjalanan Live In SMA Ekayana Ehipassiko di Temanggung dan Yogyakarta tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga meninggalkan pembelajaran hidup yang mendalam bagi para siswa.

Mereka pulang bukan hanya membawa kenangan dan dokumentasi perjalanan, tetapi juga membawa perspektif baru tentang kehidupan, budaya, dan makna kebersamaan. Melalui pengalaman ini, siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih berkesadaran, berkarakter, dan bijaksana dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Program live in ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat terjadi di mana saja — tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang menyentuh hati dan membentuk karakter.